steven anak maluku yg sekarang akan merantau di ranah jogja demi mengejar cita-cita. cinta tanah air dan jg seorang gibol. pengen punya banyak exp. di dunia maya,he3x.... dan pastinya pgn ngembangin bakat nulis( emang bisa ??), bc aja blog saya.. karena banyak hot info yg ditampilkan,God Bless.
Kamis, 13 Desember 2007
KEKAYAAN MALUKU HANYA UNTUK ORANG ASING
Rabu, 31 Oktober 2007
Wapres dan gelar Upu Latu-Mel
Jumat, 12 Oktober 2007
Maluku Harus Berbenah
Tayangan TV Kita kurang Mendidik
Senin, 24 September 2007
Investasi Pada Generasi Muda
Senin, 10 September 2007
Bangsa Indonesia butuh EPL!
Permasalahan bahwa liga inggris tidak lagi disiarkan dan dinikmati lewat TV non-berbayar, menimbulkan banyak dampak miris dari rakyat Indonesia khususnya pencinta sepakbola dunia. Astro sebagai tv berlangganan melihat bahwa pentas liga inggris adalah komoditi yang sangat menggiurkan untuk ditawarkan di bumi pertiwi. Sebagian besar pemirsa setia liga inggris merasa kecewa dan keberatan karena EPL tidak lagi dapat dinikmati secara gratis. Kondisi ini sangat beralasan karena pemirsa di Indonesia membutuhkan hiburan kelas dunia di tengah situasi tanah air yang ruwet akiba harga-harga semakin meroket,dll. Liga inggris memiliki karisma untuk membuktikan bahwa mereka sebagai liga ter-elit dan terbaik dunia.
Masalahnya, Liga inggris mempunyai ekslusivitas dan kualitas yang harus dibayar dengan tinggi. Dan celakanya tv gratis, tidak mampu lagi “memberi” tontonan tersebut karena tidak tertutup dengan iklan dari sponsor,dsb. Menurut hemat saya wajar liga inggris dinikmati dengan sejumlah pengorbanan, yaitu dengan minimal pay per view. Namun butuh edukasi bagi pemirsa di Indonesia untuk punya pandangan tersebut.
Astro dinilai memonopoli hak siar EPL di Indonesia, saya setuju dengan pernyataan tersebut karena pihak Astro secara sepihak “menuntut” penggemar EPL untuk berlangganan acara mereka. Pendapat saya Astro jeli dalam melihat chance untuk meraup untung sebesar-besarnya lewat tayangan ini, jika Astro mengatakan bahwa mereka ingin memberikan tontonan dengan kualitas terbaik, hendaknya mereka dapat men-share partai-partai EPl klub menengah diselingi partai Big Four vs papan tengah.
Kasus ini ditanggapi di news dot com sampai menghadirkan ketua PSSI, pak Nurdin halid. Beliau merasa sepenanggungan dengan jutaan pencinta EPL di Indonesia. Saya percaya bagi petinggi Negara, nonton Astro tiap bulan tidak masalah. Semoga ada titik terang yang dapat dirasakan di kemudian hari. Terlepas dari Astro dicekal di bumi pertiwi, hendaknya dengan arif menyikapi sikap rakyat. Mereka kan mencari makan di tanah Indonesia, sudah ada wacana bahwa EPL akan di share kepada free-tv, saran dan impian saya Cuma satu, pihak manapun yang nantinya akan ketiban “untung” untuk menyiarkan EPL mempunyai coverage yang luas, bisa direlay dari sabang sampai merauke. Karena sebelumnya kami pencinta EPL di kota Ambon, tidak terjangkau dengan siaran Trans 7.
Ada tanggapan, komentar terhadap opini saya. Silakan memberikan comment. Semoga saya bisa bertukar pikiran dengan anda sekalian.
Jumat, 07 September 2007
APA MAKNA DIBALIK HUT KOTA AMBON KE 432
Inilah beberapa kondisi yang masih perlu diperhatikan dan SEGERA ditindaklanjuti:
1. Masalah pengungsi, kasus data pengungsi yang masih simpang siur. Diduga terkait adanya korupsi di jajaran pemerintahan Provinsi dan kota. Sampai-sampai diusut oleh salah satu stasiun tv berita nasional. Ini adalah masalah pertama yang harus diselesaikan, pasca HUT kota Ambon
2. Masalah peningkatan pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan hidup. Inilah salah satu faktor mengapa terjadi perisitiwa memaluka pada puncak perayaan HARGANAS. Saya tidak perlu mendetil mengulasnya, karena ini porsi dari pemerintah Kota Ambon. Saran saya, untuk diperhatikan masyarakat kita di Ambon, beri mereka ketrampilan atau modal kerja UKM. Saya sangat yakin orang Ambon pandai membuat kerajinan tangan, dll yang bisa “dijual”.
3. Masalah lalu lintas, pada saat ini jumlah kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat sudah semakin meroket. Ini tidak sebanding dengan ruas jalan di kota Ambon yang semakin sempit akibat banyaknya tempat parkir dadalkan. Ditambah dengan sikap pengendara yang cenderung ugalan-ugalan khususnya pengemudi Angkot. Saran saya perlu ditindak lanjuti, supaya tidak terjadi kasus kecelakaan lalu lintas.
Dan juga kasus di bidang lain, yang saya pastikan Pemkot Ambon lebih paham. Namun mungkin sulit untuk menindaklanjuti.
Beberapa peningkatan yang berhasil dicapai di kota Ambon adalah:
1. Keberhasilan kota Ambon untuk memperindah kota ini dengan dibangunnya taman kota,dll. Ditambah dengan penambahan infrastrukur yang menarik perhatian investor untuk menginvestasikan modalnya di kota Ambon.
2. Disiplin berlalu lintas, adanya kesadaran pengemudi untuk menaati peraturan lalu lintas meski kelihatan sepele, namun punya dampak yang cukup besar.
3. Adanya usaha pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Dengan bantuan dari pihak luar, ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kekurangan gizi di kota ini.
4. Dan banyak peningkatan lainnya yang dapat dirasakan secara langsung, di berbagai bidang.
Namun kita jangan puas akan hal-hal yang sudah tercapai hingga saat ini, kota Ambon masih perlu berbenah diri dan juga melihat generasi mudanya, karena pada saat ini banyak anak-anak yang keperluan ekonominya mendesak sudah turun ke jalan entah secara terang-terangan, atau tersembunyi. Ini tugas kita bersama, mau generasi muda, generasi tua juga kita semua punya kewajiban yang sama. God Bless Ambon, Save Our Ambon
Kamis, 23 Agustus 2007
Make Resume All Creativity
Kami akan menampilkan bentuk-bentuk kreativitas dilihat dari segi positif dan negatif. Kreativitas yang dikembangkan secara positif bertujuan untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan membangun orang lain. Seperti kegiatan lomba di porseni Sman 1 Ambon baru-baru ini, dimana ajang kreativitas siswa diasah pada lomba mading, tari kreasi, stan bazaar terbaik. Semua lomba tersebut mempunyai tujuan positif untuk mengasah daya kreasi tiap siswa-siswi. Contoh lainnya dapat kita lihat aplikasinya setiap hari, penemuan-penemuan yang sangat membantu kita dalam mengerjakan suatu pekerjaan seperti handphone, komputer, dll.
Kreativitas sekarang sangat dibutuhkan di segala bidang, misalnya di dunia teknologi informasi, sosok hacker. Richard Mansfield dalam bukunya Hacker Attack (Sybex, 2000) mendefinisikan hacker sebagai seseorang yang memiliki keinginan untuk melakukan eksplorasi dan penetrasi terhadap sebuah sistem operasi dan kode komputer pengaman lainnya, tetapi tidak melakukan tindakan pengrusakan apapun, tidak mencuri uang. Hacker menggunakan kreativitasnya untuk membangun SDM di bidang IT. Daya kreasi juga membantu kita dalam memanfaatkan barang bekas di sekitar kita sehingga menjadi sesuatu yang berguna. Pengembangan ke arah yang lebih maju menuntut setiap orang untuk memiliki kreativitas.
Namun selain ada kreativitas dalam segi positif, ada pula kreativitas dalam segi negatif. Kreativitas yang disalahgunakan akan membuat keresahan dan masalah serta kerugian bagi orang lain, dan cenderung tidak membangun. Contohnya para cracker yang memanfaatkan kreativitas mereka dalam bidang programming untuk mencuri data kartu kredit, membobol sistem jaringan, mengganti tampilan situs. Tindakan mereka sangat merugikan orang lain secara finansial dan moral.
Akhirnya kita mengetahui bahwa kreativitas dapat bertujuan baik dan tidak baik, karena itu sebagai generasi muda penerus bangsa. Marilah terus mengasah kemampuan, menampilkan kreativitas pada setiap usaha dan kerja kita. sehingga kita akan membangun sesuatu yang bernilai positif bagi diri sendiri dan orang lain. Seseorang akan berhasil ketika dia mampu mengeluarkan potensi secara maksimal yang ada dalam dirinya. (ss)
Senin, 06 Agustus 2007
SEMANGAT GENERASI MUDA MALUKU
SEMANGAT GENERASI MUDA MALUKU
| K |
erusuhan pada tahun 1999 membuat anak-anak Maluku trauma, dan juga semangat belajar kendur. Kreativitas mereka tidak mampu dikeluarkan karena ketakutan yang sangat menjadi-jadi. Praktis, tidak terlalu banyak gema event-event untuk anak Maluku. Namun setelah kondisi kota Ambon dan kota lainnya di Provinsi Maluku kembali kondusif. Pergerakan untuk membangkitkan semangat dan kreativitas anak-anak Maluku, kembali diadakan. Semua anak Maluku berlomba-lomba untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan memiliki kualitas yang tak kalah dengan anak-anak Indonesia yang lain. Dalam tulisan ini, penulis akan membagi pengalaman dan cerita tentang kompetisi yang diikuti. Tidak lupa dengan berbagai contoh dimana Anak Maluku yang penuh dengan talenta, dan keberanian untuk selalu berkompetisi.
Olimpiade Sains adalah salah satu kompetisi yang saya ikuti. Olimpiade sains meliputi mata pelajaran bidang MIPA, yaitu Matematika, Biologi, Fisika, Kimia. Akhir ini Olimpiade sains ditambah dengan pelajaran Komputer, Astronomi, dan Ekonomi. Kompetisi tahunan ini bertujuan untuk mengenalkan Bidang Sains kepada Siswa dan diharapkan akan muncul para penerus bangsa yang tangguh dalam bidang IPTEK, sehingga Indonesia tidak akan ketinggalan di masa depan. Olimpiade Sains mampu mencetak siswa-siswa Maluku yang unggul di setiap bidangnya. Melalui proses seleksi mulai dari tingkat sekolah, sampai Provinsi. Yang nantinya akan mewakili Provinsi Maluku untuk berkompetisi dengan Siswa unggulan lain dari seluruh Indonesia. Dengan slogan “ Datang Berkompetisi Jadilah yang Terbaik”. Menurut catatan penulis, sekolah yang sering menelurkan para juara dalam bidang akademis ini adalah SMPK Kalam Kudus Ambon dan SMAN 1 Ambon. Ini disebabkan oleh tingginya perhatian pihak sekolah dalam peningkatan kualitas siswanya. Prestasi terbaik yang berhasil dicetak anak-anak Maluku di tingkat nasional adalah Medali perak Olimpiade Sains Nasional 2006,Jakarta atas nama Shelvy Leasa, sekarang siswi SMAN 1 Ambon. Salah satu contoh adalah Candra Tahya, yang mengharumkan nama Maluku sampai ke tingkat Internasional.
Universitas Patimura Fakultas MIPA segera tanggap akan pentingnya kompetisi antar siswa di kota Ambon untuk melahirkan bibit-bibit unggul dalam bidang akademis. Dengan mengadakan Olimpiade MSK (Matematika, Statistika, Komputer) untuk siswa-siswi SMA, dan Olimpiade IPA untuk siswa-siswi SD. Dengan adanya lomba ini, dapat menghilangkan paradigma negatif bahwa pelajaran yang ditandingkan adalah momok ketika belajar. Dan menciptakan semangat bersaing dalam bidang tersebut. Event ini sudah beberapa tahun dilaksanakan.
Di samping event untuk bidang akademis, penulis juga mengikuti “Jambore Remaja Tingkat Klasis Kota” yang bertempat di tempat perkemahan Wayari, acara ini bertujuan untuk memupuk persekutuan antar remaja Gereja di Klasis Kota Ambon, membentuk generasi muda Maluku yang tangguh dalam bidang akademis dan juga spiritualitas. Juga diharapkan agar peserta dapat hidup mandiri, berlangsung pada tanggal 25-30 September 2006. Semua peserta dibagi dalam tiap kelompok pria dan wanita yang mewakili gerejanya. Tanpa ada rasa canggung akan perbedaan semua peserta dapat memetik manfaat dari event ini, kreativitas dan keberanian dituntut dalam berbagai lomba yang diadakan, tak lupa faktor kerja sama dan kekompakan dalam setiap kelompok. Ada lomba Mading, Puisi, Cerdas cermat Alkitab, Masak, dan yang paling seru dan menantang adalah Outbond di sekitar sungai Wayari.
Event yang baru saja dilaksanakan untuk memupuk kecintaan anak-anak Maluku akan kekayaan budaya dan sejarah yang ada, adalah ARUNG SEJARAH BAHARI 2007 dan KEMAH BUDAYA MALUKU 2007. Yang berlangsung 25-27 Juni 2007 bertempat di Negri Mahu, Saparua. Menurut salah satu peserta kegiatan tersebut, yaitu Parker Patty. Yang mewakili SMAN 1 Ambon, menuturkan bahwa event ini diikuti oleh 4 siswa dan 1 guru pendamping tiap SMA & SMK, dan Mahasiswa yang berminat pada bidang arkeologi sejarah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenal perjalanan sejarah Hongitochten/Kora-kora (alat transportasi untuk bangsawan Belanda, dan sebagai alat perang), dan mengenal lebih dekat tradisi dan budaya masyarakat setempat.” Kami bisa berinteraksi dengan masyarakat desa dan mengetahui proses pembuatan makanan pokok dari Maluku seperti sagu, sempe, sarut, bagea, dll.” Tegas Parker,ketika diminta kesan-kesannya ketika mengikuti event tersebut.
Salah satu prestasi yang tak kalah membanggakan juga datang dari siswa SMAN 1 Ambon, yaitu Taufan Tallib. Dia menjadi PASKIBRAKA tahun 2006, sebagai putra terbaik Maluku. Bisa mengikuti acara taraf nasional yang diikuti para pejabat tinggi Negara, merupakan salah satu kebanggan tersendiri bagi Taufan Tallib.
Kompetisi Akademik sudah dibahas sekarang adalah kompetisi adu suara yang mengharumkan nama Maluku di seluruh Indonesia, siapa lagi kalau bukan Wilson, Alumnus SMAN 2 Ambon ini mencatat rekor sebagai orang Maluku yang berhasil menjadi Finalis Indonesia Idol. Sosok yang satu ini mampu menyatukan dukungan masyarakat Maluku di seluruh Indonesia untuk menjadi idola Indonesia berikutnya, sampai saat tulisan ini ditulis polling sms masih dibuka dan masih menunggu apakah Wilson dapat juara. Yang jelas prestasi Wilson sudah sangat membuktikan bahwa tanah Maluku adalah gudang para seniman yang berkualitas. Asalkan dipoles dan dibentuk tidak mustahil dapat menjadi bintang. Tak lupa Hany yang juga mengikuti Indonesia Idol namun terhenti di babak Workshop.
Sederet event dan kompetisi yang sudah penulis paparkan, merupakan bukti nyata bahwa generasi muda Maluku adalah generasi yang berkualitas dalam berbagai bidang. Berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, dan perhatian pemerintah daerah. Hendaknya tidak menjadi alasan untuk generasi muda Maluku berhenti memacu diri dan berkembang. Namun dari berbagai ketertinggalan mari generasi muda Maluku membuktikan bahwa anak-anak Maluku eksis dengan prestasi yang membanggakan. HIDUP GENERASI MUDA MALUKU.
Selasa, 24 Juli 2007
RUSUH PEMBAGIAN LOKASI PASAR MARDIKA
RUSUH PEMBAGIAN LOKASI PASAR MARDIKA
Berita di tv local Ambon, didominasi kekacauan akibat pembagian lokasi berjualan yang dinilai menguntungkan salah satu pihak. Disini saya tidak menyoal bagaimana sampai bisa terjadi bentrok antara para pedagang dengan aparat. Namun saya mengharapkan bahwa Pemkot Ambon jeli melihat bahwa kehidupan ekonomi mikro kota ambon yangberjalan lewat para pelaku UKM ini, melihat dari tata cara pembagian yaitu diundi, ini ada pro dan kontranya.. mungkin menurut saya, lebih baik. Selain ada proses undi, ada juga sistem pembayaran, dimana pedagang memilih sendiri tempat dimana dia mau berjualan..
Sudah saatnya pemkot memberi kebijakan yang arif supaya kehidupan di kota Ambon semakin maju, HIDUP AMBONKU!!!
Rabu, 18 Juli 2007
INDONESIA JANGAN MENANGIS…
INDONESIA JANGAN MENANGIS…
Ponaryo cs. Tidak mampu melaju ke babak 8 besar Piala asia, hanya mampu meraih 3 poin hasil kemenangan atas Bahrain 2-1, namun itulah sebenarnya hasil perjuangan timnas kita… saya pun sempat deg-degan menunggu balasan gol dari kubu Indonesia, beberapa peluang belum mampu dimanfaatkan pemain kita macam Ellie Eboy, terlihat mental juara Timnas Indonesia masih belum Nampak.. tampil di Gelora Bung karno, masih belum bisa menggapai angan kita untuk lolos ke babak selanjutnya, but Life must go on, banyak pemain timnas kita yg sdh memasuki masa “keemasan” mereka.dan ke depannya harus muncul generasi baru yg menyokong timnas.. kita mungkin belum bisa berbicara banyak di pentas Internasional.
Namun ada kebanggan tersendiri bahwa kita sebagai LOC yang berhasil. Meski ada beberapa kendala seperti matinya lampu stadion.. sebagai anak bangsa kita rindu melihat prestasi terbaik timnas Indonesia.. jangan kecewa, doakan saja spy timnas kita bisa berhasil…Amin
Alasan mengapa terjadi kesenjangan digital di Ambon
Alasan mengapa terjadi kesenjangan digital di Ambon, menurut saya ada beberapa factor diantaranya.
1. Price Factor, masih mahalnya harga PC bagi sebagian kalangan di Ambon. Ini mungkin terkait masih belum adanya persaingan harga di kalangan penjual computer di kota ambon. Karena harga yang masih belum bisa dijangkau maka sebagian ortu berpikir ulang u/membelikan anaknya PC.
2. Education Factor, masih rendahnya tingkat pendidikan di kalangan siswa. Kita sudah mengetahui bahwa pendidikan kita di kota Ambon masih “sedikit” tertinggal bila dibandingkan dengan beberapa kota di wilayah Indonesia timur ( jgn dibandingkan dengan pulau jawa ,dll dulu). Dimana tingkat pengetahuan TIK nya masih kurang. bandingkan rata-rata SMA di Ambon masih belajar MS Office, bagaimana ini?
3. Aware Factor, blm ada kesadaran untuk meningkatkan efisiensi kerja, adanya fungsi hiburan, pentingnya memakai sebuah computer di rumah.
4. Telkom Factor, knp bisa?? Ya, fungsi Telkom untuk memberikan pelayanan komunikasi yg berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat. .dirasakan penulis masih kurang, Tanya kenapa? Bila melihat acara di metro tv setiap sabtu siang, dimana Telkom di pulau jawa sudah memberikan akses internet dan workshop untuk masyarakat di semua lapisan. Mulai dari kalangan pendidikan sampai ke UKM (usaha kecil menengah)…, dan
5. Sharing Factor, banyak orang dan praktisi IT yg kompeten di bidangnya, namun mereka “enggan” membagi pengetahuan mereka kepada orang lain, contohnya konkritnya mengadakan workshop,dll. Dan yang praktis adalah membagi dahulu kepada orang-orang terdekat di lingkungan, niscaya bila 1 orang membagi ilmu ke 2 orang, dst… maka angka melek TIK di kota ini menurun…
Kita semua harus ngerti kota ini masih susah, namun kita jgn menyerah. Lihat sisi terangnya….
Saran saya, pertama Pemerintah harus concern atas masalah di atas.. kabar yg saya dengar masakan situs resmi provinsi Maluku ngadat krn ga ada yg menggarapnya.. ini menegaskan bahwa kita harus maju dong supaya ga ketinggalan, lalu buat apa ada bidang Kominfo di Maluku..( semoga sekarang sudah teratasi..), kedua adanya sharing knowledge antara praktisi IT di kota ini, misalkan ada workshop, seminar,dll. Pastinya gaung TIK lebih kerasa di Ambon.. ditunggu komentar dan saran kritik dari pembaca…GB
Senin, 16 Juli 2007
YOU CAN DO IT
Ya meminjam slogan apparel timnas kita yang baru, Nike. Kalimat ini harusnya ada di setiap benak pemain Timnas. Dan memotivasi mereka supaya dapat memberikan hasil yang terbaik untuk tanah air tercinta. Jangan melihat kebesaran lawan, kita nantinya bisa kendur sebelum bertanding, namun ingat saja kalimat pamungkas ini, “You Can Do It”.. jangan salah, berbekal semangat pantang menyerah dan dukungan penonton serta “Tuah” sebagai tuan rumah plus doa seluruh rakyat